Politeknik NSC Surabaya | FRUITS CARVING COMPETITION

Politeknik NSC Surabaya | FRUITS CARVING COMPETITION.

Sparkling Surabaya merupakan logo, slogan, sekaligus visi dari kota Surabaya. Sparkling

Surabaya adalah suatu konsep promosi untuk mengkomunikasikan bahwa Surabaya

“berkilau”, karena gemerlap kotanya yang menuju kota metropolitan. Akhir tahun

2015 Indonesia akan memasuki pasar bebas Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tak terkecuali dengan kota Surabaya.  Senjata

utama untuk untuk mengahadapi MEA adalah menggalakkan upaya mencintai produk lokal

dan budaya lokal. Dengan kecintaan terhadap produk dan budaya lokal, Indonesia dapat

menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal tersebut melatarbelakangi Politeknik NSC Program

Studi Perhotelan untuk mengadakan suatu program yang mengajak masyarakat dan khususnya

generasi muda untuk mencintai produk dan budaya lokal Surabaya. Untuk hal tersebut, perlu

kiranya diadakan suatu acara yang bermanfaat dan mampu memperkenalkan produk dan

budaya Surabaya, dalam sebuah acara yang menekankan pada perlombaan yang

mengarah pada bidang peningkatan skill yaitu dengan mengadakan acara Fruits Carving Compettion.
Baca lebih lanjut

Belajar sebagai Gaya Hidup Mahasiswa

KampusKondisi masyarakat terus bergerak maju, teknologi semakin berkembang, dan pastinya kehidupan pun turut mengimbangi kemajuan tersebut. Perubahan-perubahan yang terjadi, secara otomatis, ikut mengubah gaya hidup.

Anak muda sebagai bagian dari masyarakat sudah tentu tak luput berkontribusi di dalam perubahan-perubahan tadi. Kelompok anak muda saling berhubungan, mereka bersosialisasi, baik dengan lingkungan maupun bersama komunitasnya. Mereka juga bergerak dengan mobilitas tinggi.

Anak muda, dengan gaya hidupnya, menggerakkan pasar gaya hidup dengan sangat hebat. Dari cara mereka berpakaian, makanan dan minuman yang mereka santap, aktivitasnya sangat beragam, teknologi yang digunakan, dan tentunya cara mereka berkomunikasi, semuanya sangat hebat. Di sisi lainnya, anak muda dengan perubahan luar biasa ini adalah sebagian kelompok yang juga tengah menikmati pendidikan, yakni para mahasiswa di perguruan tinggi.

Eden Dahlstrom, seorang analis peneliti senior dari Educase Center for Applied Research (2012), mengatakan, “Teknologi telah menjadi bagian penting dari lingkungan belajar siswa”.

Baca lebih lanjut

“Update” Ilmu Sambil Mengejar Karier

karirIlmu menjadi bekal bagi siapa pun untuk meningkatkan kualitas dirinya. Termasuk kalangan profesional atau pekerja yang perlu memperkaya wawasan untuk menambah kompetensinya. Bekerja sambil kuliah pun menjadi pilihan, demi update ilmu, bukan semata mengejar gelar.

Namun, keinginan update ilmu ini kerapkali terkendala lantaran kalangan profesional atau eksekutif muda, tak punya cukup waktu menuntut ilmu. Fleksibilitas waktu kuliah menjadi kebutuhan utama, selain biaya pendidikan yang meringankan pengeluaran kalangan pekerja.

Metode open distance learning, belajar secara online, virtual learning menjadi solusi untuk update ilmu ini. Kalangan pekerja bisa memenuhi kebutuhannya untuk memperkaya diri dengan ilmu, melalui metode ini.

Baca lebih lanjut

Internet akan gantikan sistem pendidikan non-formal?

internetSebelumnya, kekhawatiran mengenai internet yang akan menggantikan posisi guru telah muncul. Internet dinilai membawa dampak negatif karena kecenderungan siswa yang mencari bahan pelajaran melalui internet secara buta, tanpa memperhatikan sisi reliabilitas dari data tersebut.

Namun, di balik kekhawatiran tersebut, rupanya internet juga membawa dampak positif pada beberapa sisi dalam bidang pengajaran. Internet bisa memberikan pengajaran mengenai kemampuan tertentu, seperti memasak, bermain musik, belajar bahasa asing, dan skill lain pada siapa saja yang bisa menjangkaunya.

Kesempatan untuk belajar berbagai hal tambahan di luar pendidikan formal ini diberikan internet secara gratis dan dekat bagi mereka yang bisa mengaksesnya. Mempelajari bahasa asing, memasak, atau musik yang biasanya membutuhkan tambahan waktu dan uang kini bisa didapatkan dengan mudah.

“Aku tinggal di kota kecil dan tak ada tempat untuk belajar bahasa asing. Padahal aku sangat ingin sekali belajar bahasa Jerman. Kemudian aku menemukan situs yang hebat di internet. Situs itu memberikan pembelajaran bahasa Jerman melalui permainan, dan aku bisa mengikutinya dengan mudah. Sekarang aku bisa berbicara sedikit bahasa Jerman,” ungkap Sabita Chandran, yang mengaku mendapatkan banyak pelajaran melalui internet.

Baca lebih lanjut

Tips Kuliah Sambil Bekerja

kuliahSETELAH lulus SMA, tentunya kamu mempunyai banyak harapan. Salah satunya, melanjutkan pendidikan ke bangku perguruan tinggi. Lantas, bagaimana jika kamu harus kuliah sambil bekerja?

Mintalah bantuan dari keluarga dan teman.

Ini diperlukan agar mereka mendukung studi yang kamu jalani. Bicaralah dengan keluarga, pasangan, dan teman sebelum memulai kuliah dan pastikan mereka mengerti mengapa hal ini sangat penting. Dengan begitu, mereka akan paham bahwa kamu tidak memiliki cukup banyak waktu seperti yang mereka inginkan.

Bicarakan dengan bos dan rekan kerja.
Jika kamu kuliah dengan biaya perusahaan, melakukan hal ini bisa membuat atasan mempertimbangkan beban kerja untuk kamu. Kamu juga bisa meninggalkan pelatihan yang diwajibkan perusahaan. Namun, jika kamu kuliah atas inisiatif sendiri, berbicara dengan atasan berguna untuk memberitahu rencana dan tujuanmu. Ini akan memberikan kamu dukungan dan pemahaman yang lebih baik.

Maksimalkan waktumu.
Gunakan waktu yang kamu punya sebaik mungkin. Meski sibuk, faktanya setiap individu memiliki periode dalam sehari, yang merupakan masa paling produktif. Kamu bisa membaca bahan kuliah dalam perjalanan menuju tempat kerja, jika menggunakan transportasi umum. Kamu juga tetap bisa menghabiskan waktu untuk hiburan seperti menonton TV, film atau kegiatan lainnya. Tapi, lakukan hanya untuk hal-hal yang kamu minati.

Cari tahu kekuatanmu.
Tiap orang memiliki gaya belajar berbeda. Yang efektif untuk orang lain, belum tentu baik untuk kamu. Jika kamu merasa lebih baik belajar di pagi hari, sisihkan waktu satu jam sebanyak satu atau dua kali dalam seminggu untuk belajar. Konsentrasi siswa juga bervariasi. Jadi ingatlah untuk memaksimalkan kegiatan belajar, baik dalam waktu pendek atau panjang. Kuncinya adalah menemukan apa yang cocok untuk kamu dan rencanakan waktu dengan tepat.

Buat zona studi.
Hal ini membuat kamu memiliki area khusus untuk belajar. Jika di rumah ada kamar kosong, kamu bisa sulap untuk jadi tempat belajar. Kamu juga bisa menyelipkan sebuah meja di sudut ruang tamu. Atau jika kamu lebih suka belajar di luar rumah, belajarlah di kafe yang tenang atau perpustakaan umum. Intinya, di manapun berada, ciptakan perbedaan antara waktu belajar dan sisa hari. Ini akan mengaktifkan otak kamu dan mendapatkan mood untuk belajar.

Cari teman belajar.
Menetapkan tujuan dengan sesama mahasiswa bisa menjadi cara untuk mengatasi hambatan kuliah dan meningkatkan motivasi. Menjalin pertemanan dengan orang baru merupakan bonus tambahan dalam pembelajaran orang dewasa. Kamu juga bisa mengikuti grup kuliah di internet.

Memang, menjalani kuliah sambil bekerja merupakan hal yang sulit. Namun setelah dijalani, kamu akan mengetahui bahwa hal ini tidak sesulit yang kamu bayangkan. Dan jika kamu merasa sangat sulit membagi waktu, menjalani kuliah jarak jauh juga dapat menjadi pilihan. Metode distance learning sangat membantu karena kamu dapat bekerja dengan kecepatan sendiri tanpa terikat waktu tertentu. Belajar tidak harus mengambil alih hidup kamu. Selamat belajar!

by Hanna Meinita di Okezone

Tayangan Televisi Pengaruhi Perkembangan Anak

10Dengan teknologi yang semakin canggih, pengaruh media audiovisual terhadap anak semakin besar.
Televisi bisa menjadi positif jika tayangannya mengandung unsur positif atu edukatif. Bisa pula memberikan dampak negatif jika tayangannya tidak sesuai umur anak.
Disinilah peran orangtua sangat dibutuhkan. Orangtua harus selalu mendampingi anak-anaknya ketika menonton televisi dan memilih program yang jauh dari aksi kekerasan, pornografi, sensualitas hingga misteri.
Ya, anak-anak kita merupakan peniru ulung dan sangat mudah menyerap sesuatu dari televisi. Takutnya, hal-hal yang buruk dari sebuah tayangan dapat masuk ke dalam diri anak dan diterima anak.
“Setelah selesai menonton sebuah tayangan, tanyakan pada anak apa hikmahnya, apa yang bisa didapat dari tayangan tersebut dan apa yang bisa diaplikasikan,” ungkap Sani B. Hermawan, psikolog keluarga, saat berbincang mengenai Tayanan Edukatif Dukung Perkembangan Anak oleh Rinso di Djakarta Theater (7/5).
Meskipun begitu, bukan berarti anak tidak boleh menonton televisi, asalkan tak lebih dari dua jam sehari.
“Penelitian sudah membuktikan bahwa menonton lebih dari tiga jam bisa menurunkan tingkat konsentrasi belajar anak dan membuat mata anak rusak,” tambah Sani.

by Innes Sabatini di Yahoo