Politeknik NSC Surabaya | FRUITS CARVING COMPETITION

Politeknik NSC Surabaya | FRUITS CARVING COMPETITION.

Sparkling Surabaya merupakan logo, slogan, sekaligus visi dari kota Surabaya. Sparkling

Surabaya adalah suatu konsep promosi untuk mengkomunikasikan bahwa Surabaya

“berkilau”, karena gemerlap kotanya yang menuju kota metropolitan. Akhir tahun

2015 Indonesia akan memasuki pasar bebas Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), tak terkecuali dengan kota Surabaya.  Senjata

utama untuk untuk mengahadapi MEA adalah menggalakkan upaya mencintai produk lokal

dan budaya lokal. Dengan kecintaan terhadap produk dan budaya lokal, Indonesia dapat

menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal tersebut melatarbelakangi Politeknik NSC Program

Studi Perhotelan untuk mengadakan suatu program yang mengajak masyarakat dan khususnya

generasi muda untuk mencintai produk dan budaya lokal Surabaya. Untuk hal tersebut, perlu

kiranya diadakan suatu acara yang bermanfaat dan mampu memperkenalkan produk dan

budaya Surabaya, dalam sebuah acara yang menekankan pada perlombaan yang

mengarah pada bidang peningkatan skill yaitu dengan mengadakan acara Fruits Carving Compettion.
Baca lebih lanjut

Politeknik NSC Surabaya | Juara Making Video Competition

Politeknik NSC Surabaya | Juara Making Video Competition.

Laporan Pembagian Juara Video Making Competition pada tingkat mahasiswa Politeknik NSC

Surabaya. Pada lomba pembuatan video yang bertema “Ada apa dengan NSC?”

Mahasiswa/i politeknik nsc dari prodi Teknik Komputer, Admistrasi Niaga, Perhotelan sampai

Akuntansi ikut serta dalam meramaikan lomba yang diadakan kampus guna mengasah

kemampuan diri dengan mengeksplorekan ide-ide brilian dalam pembuatan video.

Lomba Video Making Competition ini akan di upload pada youtube dengan hastag

“Politeknik NSC Surabaya” yang nantinya, jumlah like dan pengunjung terbanyak akan

menjadi sebuah pemenang. Sehingga muncullah pemenang dalam pembuatan video ini

yang dinilai dari mutu video dan banyaknya “like pada youtube”.

Baca lebih lanjut

Pengumuman Hasil Seleksi Penerimaan CPNS Surabaya Tahun 2013

Saffa' | Inspiration

Pengumuman
Nomor : 810/7657/436.7.6/2013
Hasil Tes Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya Tahun 2013

Hasil Tes CPNS Kota Surabaya – Berdasarkan surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor : R/871/M.PAN-RB/12/2013 tanggal 20 Desember 2013 tentang penyampaian Hasil Integrasi Nilai TKD dan TKB dari pelamar umum, bahwa peserta seleksi CPNS Daerah dari Pelamar Umum Pemerintah Kota Surabaya Tahun Anggaran 2013 yang dinyatakan lulus sebanyak 366 orang terdiri dari :

  • 200 orang formasi Tenaga Pendidikan
  • 100 orang Tenaga Kesehatan
  • 66 orang Tenaga Teknis

Lihat pos aslinya 55 kata lagi

Kuliah Sambil Kerja, Mengapa Tidak?

kerja dan kuliahKonsep “belajar seumur hidup” rupanya telah merasuk ke sanubari banyak orang. Alhasil, banyak sahabat yang kuliah nyambi bekerja. Dimulai dengan menjalani kuliah terlebih dahulu, dan dalam perjalanan studi, yang bersangkutan memutuskan untuk nyambi bekerja juga. Beragam pertimbangannya. Salah satunya untuk mengatasi masalah biaya studi yang mesti ditanggung. Dengan bekerja, diharapkan ada biaya untuk menopang perkuliahan.

Di samping itu, ada juga yang bekerja terlebih dahulu. Setelah bekerja beberapa lama, barulah yang bersangkutan melanjutkan studinya. Jadi, bekerja sambil kuliah. Alasannya, diperlukan bekal yang cukup untuk memulai dan menjalani perkuliahan. “Saya kumpulkan bekal dulu, setelah itu baru kuliah. Bayar awalnya lumayan mahal sih,” begitu antara lain argumennya. Apa pun alasannya, yang penting, kedua kegiatan ini bisa dijalani dengan sebaik-baiknya.

Mereka yang kuliah sambil kerja atau sebaliknya, tentu harus pandai dalam hal-hal berikut ini. Pertama, pintar mengatur waktu. Waktu istirahat pasti akan jauh berkurang oleh dua kegiatan ini. Begitu datang dari bekerja, orang harus sudah bersiap-siap berangkat ke kampus. Setelah keluar dari kampus pun, mesti mengerjakan tugas membuat makalah dan presentasi yang harus dikumpulkan keesokan harinya. Berat memang. Tapi, kalau dijalani dengan tekun dan penuh komitmen, so pasti bisa. Kedisiplinan dan kepiawaian membagi waktu adalah kuncinya.

Kedua, berani bekerja keras. Kalau dua kegiatan ini dilakukan, tentu waktu istirahat menjadi sangat sempit. Waktu yang tersedia nyaris habis untuk kedua kegiatan ini. Pertanyaannya: relakah kita menjalani semua itu tanpa mengeluh? Kalau siap, monggo. Jika tidak siap untuk bekerja keras dan di bawah tekanan waktu, sebaiknya urungkan saja daripada berhenti di tengah jalan. Seharusnya tidak sampai salah satu dari keduanya dikorbankan. Yang dikorbankan adalah waktu kita. Waktu yang tadinya untuk istirahat, kini tersita untuk belajar.

Hanya, jangan pernah memilih kuliah di ‘perguruan tinggi abal-abal’, lembaga pendidikan yang tidak jelas statusnya. Pelajari dengan cermat sebelum memutuskan untuk memilih perguruan tinggi tertentu. Pilihlah yang terakreditasi. Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Perkuat tekad untuk menjadi mahasiswa yang baik dan berhasil. Ikuti proses pendidikan sebagaimana seharusnya, jauhi pola-pola instant. Jangan pernah membohongi diri sendiri dengan sekadar berburu embel-embel gelar sarjana. Berjuanglah menjadi sarjana yang bisa mempertanggungjawabkan kesarjanaan kelak (walaupun kita tahu banyak hal yang belum kita pelajari). Jangan sampai nanti jadi ledekan teman-teman: “Katanya sarjana, kok seperti itu…”

Manfaat yang bisa dipetik dari keberhasilan kuliah sambil kerja adalah ini: cermat membagi waktu (menghargai waktu), disiplin dalam mengerjakan tugas, ilmu bertambah dalam dan luas, menemukan korelasi antara praktik dengan teori, pergaulan bertambah luas, (dengan harapan) karier yang membaik, serta rejeki kian bertambah.

Nah, para sahabat yang pernah/sedang kuliah sambil kerja tentu punya pengalaman untuk dibagikan di sini. Silakan.

By I Ketut Suweca di Kompasiana

Cara Menggunakan OPAC Politeknik NSC

  1. Masuk pada OPAC Perpustakaan Politeknik NSC dengan alamat http://nscpolteksby.poweredbyclear.com/lib/index.php
  2. Ketikkan kata kunci pada kotak pencarian. Gambar kotak pencarian :
    1
  3. Jika ingin melakukan pencarian secara lebih spesifik atau lebih detail pilih Pencarian Spesifik. Gambar Pencarian Spesifik
    2
  4. Maka akan muncul tampilan sebagai berikut :
    3
  5. Lakukan hal yang sama seperti nomer 2, jika anda tidak mengetahui kata kuncinya anda dapat mengetikkan salah satu dari kotak yang telah disediakan seperti : nama pengarangnya, subyeknya, ISBN/ISSN, dan tipe koleksinya.
  6. Pilih Pencarian setelah mengisinya. Gambarnya sebagai berikut :
    4
  7. Maka akan muncul hasil sebagai berikut :
    5
  8. Jika anda ingin mengetahui deskripsi singkat tentang koleksi anda pilih salah satu Judul yang anda inginkan.
  9. Maka akan muncul hasil sebagai berikut :
    6
  10. Kotak yang Berwarna Merah adalah deskripsi singkat tentang isi buku, sedangkan yang dibawahnya adalah Keterangan tentang buku tersebut.

Tak Hanya Anak-Anak, Orang Dewasa Juga Wajib Imunisasi

imunisasiImunisasi bagi anak adalah wajib. Bahkan orang dewasa pun masih membutuhkannya. Tahun ini Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) mengeluarkan rekomendasi imunisasi berupa jadwal imunisasi bagi orang dewasa.

Secara medis, imunisasi merupakan sarat penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Menurut Prof Dr Nasrodin SpPD, seorang spesialis penyakit dalam RSUD Dr. Soetomo, setidaknya ada empat imunisasi yang direkomendasikan untuk orang dewasa, yaitu influenza, hepatitis A, B, dan tifus.

“jika dicermati, empat penyakit tersebut paling banyak terjadi di sekitar kita,” ungkap dr Nasrodin. Dari keempat penyakit tersebut, serangan influenza adalah yang paling sering.

Bahkan dalam kurun waktu 1 tahun, seseorang bisa terkena lebih dari 5 kali serangan influenza. Inilah sebabnya para ahli medis menyarankan agar orang dewasa (19-65 tahun) melakukan imunisasi/vaksin influenza setahun sekali.

Sedangkan untuk imunisasi hepatitis A dan B cukup diberikan satu kali seumur hidup. Dengan aturan hepatitis A diberikan dua dosis yakni pada bulan ke-0 dan berikutnya pada bulan ke-6.

Berbeda dengan hepatitis A, vaksin hepatitis B diberikan sebanyak tiga dosis, yakni pada bulan ke-0, ke-1, dan ke-6.
Selanjutnya adalah imunisasi untuk mencegah tifus yang diberikan satu dosis per tiga tahun.

Banyak masyarakat yang merasa bahwa mereka tidak mempunyai riwayat keluarga pengidap tifus, sehingga sering mengabaikan risiko penyakit ini dan tidak memiliki kesadaran akan pentingnya imunisasi pencegah tifus.

by : Dunia Fitnes.com di Yahoo