Politeknik NSC Surabaya | Workshop Table Manner

Politeknik NSC Surabaya | Workshop Table Manner.

Mahasiswa/i semester IV Prodi Perhotelan Politeknik NSC Surabaya

workshop merupakan salah satumata kuliah di program studi perhotelan politeknik

NSC Surabaya yang wajib di ikuti mahasiswa dan diberikan di semester IV

Kegiatan ini merupakan kegiatan realita operasional hotel yang sebenarnya di

lingkungan kampus Politeknik NSC Surabaya. Mahasiswa akan mampu membentuk

struktur organisasi dan akan di bimbing oleh dosen sesuai dengan kompetensi pada

awal persiapan workshop. Konsep yang digunakan dalam kegiatan ini adalah konsep

jenis untuk restoran dan jenis menu yang disajikan adalah Tablel D’Hotel atau Set menu

untuk Appetizer (Lumpia Punakawan), Soup Kendedes, Main Course (Semar Solo),

Dessert (Puding Srikandi).

Baca lebih lanjut

Iklan

SEJARAH MUNCULNYA PARIWISATA part 2

Lanjutan …………………………….

Selanjunya, Abad 17 sampai Abad 20 merupakan era perpindahan dan perjalanan manusia melintasi negara (Internasional) dan benua (intercontinenal). Ini adalah periode migrasi di mana jutaan manusia meninggalkan satu benua untuk bermukim di benua lain (orang Inggris bermukim dan menjadi penduduk Australia dan Amerika, orang China menjadi penduduk Amerika dan sebagainya). Pendatang tersebut membangun tempat tinggal baru dan mulai beradaptasi dengan tempat baru seolah-olah sebagai ‘tempat aslinya’.
Beberapa orang yang telah mencapai tingkat kesejaheraan dan mempunyai waktu luang mulai melakukan perjalanan bukan untuk mencari tempat bermukim baru, tetapi untuk kesenangan dan mengisi waktu luang, atau untuk alasan budaya. Fenomena terakhir inilah yang menjadi potret awal lahirnya pariwisata, yang mulai meledak di akhir abad ke-20. Seiring perjalanan sejarah, menurut Theobald (2005:6; MacDonald, 2004:8; dan Wang, 2000:3) motivasi orang bepergian juga bertambah, tidak saja untuk berwisata tetapi juga untuk berdagang (ekonomi), perjalanan religius, perang, migrasi, dan keperluan studi.
Istilah tour telah menjadi perbendaharaan kata dalam Bahasa Inggris sejak berabad-abad lalu, yang artinya adalah perjalanan ke suatu tempat yang mana orang tersebut akan kembali ke titik awal dari mana dia berangkat. Kata tour berasal dari Bahasa Latin (Yunani) yang awalnya berarti “alat untuk membuat lingkaran”. Journal of Tourism History mengklaim bahwa sebuah keluarga di Eropa, de la Tour, di tahun 1500-an mempunyai bisnis memberangkatkan orang. Nama keluarga ini kemudian menjadi istilah generik untuk tour/tourist (Leiper, 1983, dalam Leiper, 1990:3). Namun istilah tour yang berarti “perjalanan” baru secara luas dikenal dan dipakai seelah abad ke-16.
Beberapa bentuk perjalanan untuk tujuan yang menyenangkan dikonotasikan sebagai tour. hal ini sedikit berbeda dengan istilah travel yang berasal dari kata travail yang secara literal berarti “sulit”, menyiksa, menyakitkan’ sebagaimana kalimat ‘ I was sorely travailed by my long journey’. Memang, sebelum munculnya alat transportasi modern seperti sekarang ini, perjalanan ke tempat yang jauh umumnya sangat menyiksa, sulit, dan menyakitkan. Travel merupakan bentuk dari kerja sedangkan tour yang kemudian menjadi tourism adalah bentuk dari leisure (kegiatan di waktu luang saat tidak ada pekerjaan atau mengambil tanggung jawab sehari-hari), namun keduanya tidaklah bersifat eksklusif. Travel bisa ditumpangi leisure, dan sebaliknya.
Bersambung ……………………………………….