faktor-faktor yang menjadi pertimbangan mahasiswa dalam memilih jenjang pendidikan Politeknik

FAKTOR-FAKTOR YANG MENJADI PERTIMBANGAN MAHASISWA DALAMMEMILIH JENJANG PENDIDIKAN POLITEKNIK
Struktur pendidikan tinggi di Indonesia terdiri dari 2 jalur pendidikan, yaitu: pendidikan akademik dan pendidikan profesioanl.  Pendidikan akademik adalah pendidikan tinggi yang diarahkan terutama pada penguasaan ilmu pengetahuan dan pengembangannya, dan lebih mengutamakan peningkatan mutu serta memperluas wawasan ilmu pengetahuan. Pendidikan akademik diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi, Institut, dan Universitas.  Pendidikan professional adalah pendidikan tinggi
yang diarahkan terutama pada kesiapan penerapan keahlian tertentu, serta mengutamakan peningkatan kemampuan/ketrampilan kerja atau menekankan pada aplikasi ilmu dan tehnologi. Pendidikan professional ini diselenggarakan oleh Akademi, Politeknik, Sekolah tinggi, Institute, dan Universitas.
Adapun lulusan pendidikan akademik akan memperoleh gelar akademik dan diselenggarakan melalui program Sarjana (S1 ā€“ Strata 1) atau program Pasca Sarjana yang meliputi program Magister dan Program Doktor (S2 dan S3), sedangkan pendidikan jalur professional menghasilkan lulusan yang memperoleh sebutan professional yang diselenggarakan melalui program diploma (D1, D2, D3, D4) atau Spesialis (Sp1, Sp2)
Lulusan politeknik memiliki bekal ketrampilan yang cukup untuk lansung masuk dunia industri/perusahaan dan bekerja, dikarenakan di politeknik diajarkan ilmu-ilmu produktif secara rinci dan detail tentang materi kejuruan dibidang-bidang yang telah dipilihnya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri/perusahaan.  Disamping skill/ketrampilan, mental kerja, dan kemampuan fisik yang dimiliki.  Dan tren yang sedang berkembang saat ini perusahaan banyak memilih dan berminat  merekrut karyawannya dari mahasiswa/mahasiswi yang melakukan magang/On Job Training di perusahaan tersebut,  dikarenakan perusahaan sudah mengetahui kualitas kerja selama magang baik dari segi ketrampilan, mental kerja, dan perusahaan tidak perlu melakukan training lagi.  Pada waktu ini dan di banyak negara, orang mengharapkan banyak sekali dari pendidikan profesional dan para mahasiswa mengharapkan jaminan akan akses ke pasaran kerja dan keberhasilan di dalam pekerjaannya dan perusahaan-perusahaan mengharapkan karyawan yang terampil, fleksibel dan efisien, serta komunitas mengharapkan daya saing bertambah, pengadaan lowongan kerja dan kemakmuran. Pendidikan profesioanl harus bisa diandalkan dan mencakup bidang yang luas, fleksibel dan dinamis, berorientasi pada pasaran kerja dan membantu pengembangan pribadi seseorang.
Keunggulan-keunggulan pendidikan politeknik yang membedakan dengan jenjang pendidikan yang lain:
1.      Intensive class with mentoring
Jumlah mahasiswa dibatasi maksimun 30 orang setiap kelas, sehingga memudahkan proses belajar mengajar dan interaksi antar mahasiswa dan pengajar.
2.      Management laboratory
      Merupakan sarana mempraktekkan teori yang telah didapat dalam mata kuliah tertentu, membuat mahasiswa terlatih untuk mengambil sebuah keputusan dan menyelesaikan suatu permasalahan bisnis.
3.      Spesifix and up to date subject
Mata kuliah kekhasan ā€œentrepreneurshipā€ untuk wirausaha, dan didukung mata kuliah major, minor, dan aplikasi keahlian, memungkinkan mahasiswa mendalami bidang fungsional sesuai kebutuhan dan minatnya.  Mata kuliah dirancang secara mendalam dan actual mengikuti kebutuhan perusahaan dan mahasiswa.
4.      Comprehendice curriculum
      Dirancang tidak hanya menitikberatkan pada hard competence, namun memberikan perhatian besar dalam upaya membangun soft competence. (PPM; 2007)
Secara keseluruhan kurikulum yang ada di politeknik dirancang melalui proses pembelajaran berkesinambungan agar dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mensinergikan antara pendalaman konseptual, pengasahan kompetensi dan pengalaman praktek, karena diharapkan outputpoliteknik menjadi middle manageryang smart and resilient.  Yang harus dimiliki untuk menjadi smart and resilient :
          Knowledge and information skill
Pembekalan seluruh keilmuan yang berwawasan dan penerapannya, sehingga mahasiswa sanggup menggunakan pengetahuan dan informasi dalam lingkungan terkait maupun organisasi.
–    Skill dan competency
Pengembangan keahlian khusus secara spesifik sehingga mahasiswa mampu menganalisis permasalahan secara komprehensif dan mengembangkan alternative solusi yang sesuai.
                Behavior
Pengembangan keterampilan diri meliputi keterampilan personal dan interpersonal yang mengacu pada nilai-nilai luhur dan mempertimbangkan seluruh aspek dalam kaitannya dengan pengambilan suatu keputusan..
Metode Perkuliahan
Metode pembelajaran yang diterapkan di politeknik:
1.      Participative
Merupakan metode yang digunakan selama sesi pembelajaran, dimana pengajar merupakan merupakan mitra dalam belajar.  Kegiatan belajar berorientasi pada pembahasan teori dan kasus yang memaksimalkan partisipasi mahasiswa dengan titik berat penerapan serta penyelesaian masalah.  Desain kurikulum dirancang dengan perimbangan muatan konsep/teori sebesar 30% dan praktek 70%.
2.      Cases method
Digunakan sebagai sarana latihan untuk mendekatkan antara konsep dengan praktek nyata melalui pembahasan kasus sehingga mahasiswa dapat memperoleh gambaran mengenai  kondisi riil dunia kerja
3.      Role play
Memainkan peran tertentu dalam suatu situasi perusahaan akan membantu peserta melakukan pembahasan dan analisis kasus sekaligus mencari penyelesaian terhadap masalah yang ada.
4.  Discussion, presentation, and team work
Digunakan sebagai media untuk melatih kemampuan berkomunikasi antar mahasiswa serta kemampuan untuk bekerja sama dalam tim.
5.   Guest lecturers
Praktisi handal yang berpengalaman dibidangnya diundang untuk membagikan pengalaman selama mengorganisir perusahaan.  Mahasiswa akan banyak pengalaman dalam menyikapi suatu permasalahan.
6.   Kunjungan perusahaan
      Untuk mengetahui secara pasti bagaimana penerapan dan pelaksanaan praktek di perusahaan dan dilaksanakan pada beberapa mata kuliah tertentu.
7.  Tugas akhir
Setelah proses perkuliahan selesai, mahasiswa akan membuat karya tulis akhir.  Karya tulis akhir dapat mencakup pengetahuan, kemampuan analisis.
8.   Kerja praktek/ On Job The Training
Sebelum benar-benar masuk dunia kerja, mahasiswa telah lebih dahulu dibekali dengan kerja praktek di perusahaan-perusahaan agar mahasiswa lebih dalam mengenal dan mengetahui seluk beluk dunia kerja yang benar-benar akan dijalaninya.
Pembahasan hasil analisis faktor
Secara umum dari ketiga politeknik (Ubaya, NSC, Sakti) pada bagian interpretasi faktor-faktor baru ini akan diuraikan alasan-alasan mengapa faktor-faktor baru mempengaruhi dan juga dijelaskan ke 42 variabel yang masuk dalam model analisis faktor.
1.      Faktor prospek
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 14,412 dengan prosentase varians sebesar 25,731%, dinamakan faktor prospek. Sekelompok besar mahasiswa memilih masuk politeknik karena ketetarikkan pada dapat menembus persaingan kerja yang ketat, peluang mendapatkan gaji yang layak, memiliki jenjang karir yang bagus, handal dibidangnya tetapi juga handal dalam membaca peluang bisnis, pengakuan DUDI, output politeknik banyak dimanfaatkan DUDI, kebanggaan sebagai alumni, terkenal sebagai perguruan tinggi vokasi, pencetak SDM terampil siap kerja melalui program sertifikasi. Oleh karena semua nilai korelasinya positif diatas 0,5 maka dapat disimpulkan semakin besar nilai dari item-item tersebut maka semakin tinggi minat calon mahasiswa masuk politeknik.
2. Faktor fasilitas pendidikan
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 4,047 dengan prosentase varians sebesar 7,226%, dinamakan faktor fasilitas pendidikan. Menurut pandangan sebagian mahasiswa memilih masuk politeknik dikarenakan fasilitas-fasilitas yang tersedia cukup lengkap meliputi kelas/ruang, perpustakaan, laboratorium-laboratorium, fasilitas-fasilitas penunjang yang lain seperti lapangan olahraga; kantin; tempat ibadah; dan tempat parkir, Kepuasan atas pelayanan. Nilai korelasi semua item ini positif, maka semakin tinggi nilai item-item ini akan meningkatkan minat untuk masuk politeknik. 
3.  Faktor kualitas dosen 
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 2,616 dengan prosentase varians sebesar 4,672%, dinamakan faktor kualitas dosen. Sejumlah mahasiswa memilih masuk politeknik disebabkan kualitas dosen dalam mengajar, serta para dosen selalu meningkatkan kualitas dirinya baik dari pendidikan maupun gayamengajar, dan selalu  berkomitmen dalam kehadiran dan ketepatan waktu. Ketiga item ini berkorelasi positif dan memiliki nilai signifikan, sehingga kedepan nilai item-item tersebut dipertinggi untuk memacu minat mahasiswa untuk kuliah di politeknik.
4.   Faktor gelar atau sebutan
 Faktor ini memiliki eigen value sebesar 2,438 dengan prosentase varians sebesar 4,353%, dinamakan faktor gelar atau sebutan.  Sebagian mahasiswa memilih politeknik dikarenakan tidak mempersoalkan gelar atau sebutan yang akan disandangnya, mengerti akan sebutan atau gelar tersebut, dengan gelar atau sebutan memudahkan dalam mencari kerja. Semua item tersebut mempunyai nillai signifikan diatas 0,5.
5.  Faktor kurikulum
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 2,107 dengan prosentase varians sebesar 3,763%, dinamakan faktor kurikulum. Sekelompok calon mahasiswa memilih politeknik karena alasan kurikulumnya sesuai dengan keinginan DUDI, sistem pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis proyek (project based learning).  Kedua item tersebut mempunyai korelasi positif, sehingga kedepannya perlu ditingkatkan untuk menimbulkan ketertarikkan calon mahasiswa melanjutkan pendidikannya ke politeknik.
6.  Faktor informasi
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,742 dengan prosentase varians sebesar 3,110%, dinamakan faktor informasi. Sekelompok mahasiswa memilih politeknik karena dipengaruhi oleh marketing, guru dan bimbingan belajar, serta informasi yang diakses melalui internet. Ketiga item tersebut bernilai korelasi positif diatas 0,5 maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi nilai item-item tersebut semakin besar minat calon mahasiswa kuliah di politeknik.
7.   Faktor biaya
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,579 dengan prosentase varians sebesar 2,820%, dinamakan faktor biaya. Menurut pandangan sebagian mahasiswa masuk di politeknik tanpa mempertimbangkan SPP per semester yang mahal, USP mahal, dan uang bimbingan & ujian TA yang mahal dikarenakan kurikulum di politeknik yang lebih menekankan praktek dibanding teori. Nilai korelasi semua item ini positif.
8. Faktor cita-cita, minat, dan bakat
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,541 dengan prosentase varians sebesar 2,752%, dinamakan faktor cita-cita, minat, dan bakat.  Sebagian besar mahasiswa tertarik masuk politeknik dikarenakan sesuai dengan cita-cita;minat;dan bakat, dan keluaran/output politeknik dapat melanjutkan studi ke D4 atau S1. Dapat disimpulkan bahwa item diatas mempunyai nilai positif diatas 0,5 sehingga kedepannya perlunya banyak dilakukan kerjasama dengan perguruan tinggi S1 untuk mahasiswa yang ingin transfer.
9.  Faktor lokasi
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,399 dengan prosentase varians sebesar 2,498%, dinamakan faktor lokasi. Sekelompok mahasiswa memilih politeknik karena alasan lokasi dekat rumah, mudah dijangkau transportasi umum, dan letaknya yang strategis.  Lokasi merupakan juga faktor yang harus diperhitungkan, jika dana yang ada terbatas sebaiknya pilihlah lokasi yang dekat dengan tempat tinggal. Dikarenakan kita menempuh pendidikan tersebut tidak hanya dalam hitungan bulan tetapi dalam kurun waktu 3 tahun yang tentunya membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit. Ketiga item tersebut mempunyai korelasi yang signifikan diatas 0,5.
10.  Faktor masa studi
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,307 dengan prosentase varians sebesar 2,335%, dinamakan faktor masa studi. Sebagian mahasiswa memilih politeknik dengan alasan masa studi singkat, dapat memberikan spesialisasi ilmu tertentu, mempunyai bekal kompetensi dalam memasuki dunia kerja. Nilai korelasinya positif maka semakin besar nilai item-item tersebut semakin tinggi minat masuk politeknik.
11.  Faktor status akreditasi
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,229 dengan prosentase varians sebesar 2,194%, dinamakan faktor status akreditasi. Sejumlah mahasiswa memilih politeknik dikarenakan pertimbangan status akreditasi yang dimiliki, status akreditasi akan berdampak positif dalam mencari kerja/meneruskan studi. Mempunyai nilai korelasi yang positif diatas 0,5 maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi status akreditasi yang dimiliki suatu program studi tersebut semakin besar ketertarikkan calon mahasiswa untuk kuliah di politeknik.
12.  Faktor sertifikasi dosen
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,182 dengan prosentase varians sebesar 2,111%, dinamakan faktor sertifikasi dosen.  Beberapa mahasiswa melanjutkan studi ke politeknik dikarenakan dosen yang mengajar sudah layak baik dari kompetensi maupun strata pendidikan. Item-item tersebut mempunyai nilai korelasi positif, sehingga perlu ditingkatkan motivasi dosen untuk mengikuti sertifikasi dosen agar terdapat pengakuan atas profesi yang disandangnya.
13.  Faktor pengembangan potensi
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,069 dengan prosentase varians sebesar 1,909%, dinamakan faktor pengembangan potensi. Beberapa mahasiswa memilih studi di politeknik dengan alasan potensinya dapat teraktualisasi, serta potensi yang sudah ada dapat lebih dikembangkan.  Kedua item tersebut mempunyai nilai korelasi yang signifikan diatas 0,5, sehingga perlu dikembangkan program-program kegiatan kemahasiswaan yang mengarah pada pengembangan wawasan/potensi mahasiswa terutama potensi kewirausahaan. Apabila politeknik mempunyai banyak program kemahasiswaan yang mendapat pengakuan nasional maupun internasional, maka semakin besar minat dan ketertarikan calon mahasiswa untuk memilih politeknik.
14.  Faktor efisiensi
Faktor ini memiliki eigen value sebesar 1,038 dengan prosentase varians sebesar 1,854%, dinamakan faktor efisiensi. Sejumlah mahasiswa memilih politeknik karena alasan masa studi singkat dapat menghemat biaya. Item-item ini mempunyai nilai korelasi positif.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s